Artikel

Pendampingan Hak Kekayaan Intelektual di Fakultas Ilmu Budaya

Ilmu Budaya mengadakan pendampingan pemerolehan HKI pada hari Rabu, 29 November 2017. Acara dimulai dengan sambutan Wakil Dekan Bidang Akademik Rizky Februansyah,M.A., dilanjutkan pemaparan profil pembicara dan acara inti pendampingan pemerolehan HKI. Acara yang dihadiri oleh dosen-dosen dari masing- masing program studi di Fakultas Ilmu Budaya ini berjalan sangat menarik, karena Dedi Sulaeman, M.Hum yang merupakan Ketua HKI UIN Bandung, membahas secara ditail apa itu HKI, apa saja yang dapat di-HKI-kan dan prosedur pemerolehan HKI. Pendampingan ini sangat bermanfaat bagi program studi - program studi di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jenderal Soedirman, yang sedang mempersiapkan akreditasi untuk tahun 2018.
Menurut Dedi Sulaiman, “HKI adalah adalah hak yang timbul dari hasil olah pikir berupa suatu produk atau proses yang berguna untuk manusia”. Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) mengalami perubahan penamaan menjadi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan sekarang bernama Kekayaan Intelektual (KI). Semua karya cipta yang sudah memperoleh HKI mendapat perlindungan hukum. Kekayaan Intelektual di lingkup kampus meliputi; buku, bunga rampai, ceramah, karya tulis, artikel, skripsi, thesis, disertasi, kuliah, modul, naskah drama naskah film, novel dan lain-lain. Beberapa keuntungan memiliki HKI diantaranya adalah meningkatkan indeks kekayaan intelektual Indonesia dan memperoleh nilai maksimal pada akreditasi. Dedi Sulaiman juga menjelaskan prosedur untuk pemerolehan HKI yaitu; mengisi formulir HKI, menandatangani surat Kuasa bermaterai, menyediakan soft-file KTP dan NPWP, Surat pernyataan bermaterai dan karya tulis yang akan di-HKI-kan. Pada akhir acara, dilaksanakan klinik pendampingan untuk pendaftaran HKI dan acara ditutup pada pukul 12.00 WIB.