Artikel

SEMINAR NASIONAL MENILIK ULANG PERAN DAN WARISAN JENDERAL SOEDIRMAN (1916 - 1950)

LATAR BELAKANG

Nasionalisme Indonesia merupakan nilai tambahan dari masa kolonial modern. Nasionalisme mulai berkembang setelah dikenalkannya politik etis oleh pemerintahan kolonial Belanda di awal abad 20, yang kemudian menjadi pemahaman yang matang setelah Jepang menggantikan Belanda sebagai kekuatan kolonial di kepulauan Indonesia. Perang Dunia ke-2 dan pendudukan militer Jepang menghasilkan perubahan sosial-politik yang cukup dramatis dimana akhirnya membentuk bangsa Indonesia kini. Jepang lah yang sungguh-sungguh mendukung pembentukan militer Indonesia. PETA (tentara yang dibentuk oleh Jepang) merupakan awal pasukan bersenjata tetap setelah kemerdekaan Indonesia. Beberapa mantan pasukan PETA menjadi pejuang nasional yang berpengaruh dan Jenderal Soedirman merupakan salah satunya. Sebagai mantan tentara PETA, Jenderal Soedirman merupakan pemuda Indonesia yang bangkit untuk memimpin selama masa revolusi dimana beliau memberikan sumbangan kepada sejarah modern Indonesia pada umumnya dan pembentukan nasionalisme Indonesia pada khususnya. Soedirman adalah penduduk asli Banyumas yang lahir pada 29 Januari 1916. Beliau adalah mantan daidancho PETA di Banyumas. Beliau berasal dari keluarga yang sederhana dan juga memiliki latar belakang Islam yang kuat melalui keterikatan dengan Muhamadiyah. Beliau merupakan komandan utama pertama dari pasukan bersenjata yang dipilih dengan suara terbanyak oleh para komandan militer yang hadir pada rapat di Yogyakarta pada bulan November 1945. Selama masa revolusi Indonesia (1945-1949), Soedirman bangkit tidak hanya sebagai seorang pemimpin militer tetapi juga sebagai pemimpin komunitas yang mendekati kelompok-kelompok politik untuk menentang kembalinya kolonial Belanda. Beliau bahkan memimpin perang gerilya saat pejuang lainnya memutuskan menyerah selama kampanye militer Belanda pada tahun 1948. Beliau menjadi simbol pemersatu menentang pelanggaran interferensi politik di dalam militer. Selama masa pemerintahan baru, Soedirman merupakan contoh yang tepat dalam sejarah tentang pentingnya peranan militer dalam pembentukan nasionalisme Indonesia yang modern. Dalam rangka memperingati ulang tahun ke-100 Soedirman (1916-2016), seminar ini akan meneliti ulang peranan dan warisan Jenderal Soedirman. Seminar ini akan membahas beberapa subtopik tentang revolusi dan asal mula nasionalisme Indonesia, pemerintahan orde baru dan pembahasan tentang nasionalisme Indonesia, dan perubahan zaman menuju nasionalisme Indonesia.

TUJUAN

1. Memberikan analisa yang komprehensif terhadap munculnya nasionalisme Indonesia dalam konteks sosial dan sejarah serta tantangan dan relevansinya di era kontemporer.

2. Memberikan analisa terhadap peranan penting yang dimainkan oleh tentara Indonesia yang dalam hal ini diwakili oleh Jenderal Soedirman dalam proses pembentukan negara dan munculnya nasionalisme serta mempertahankan nasionalisme di era globalisasi.

3. Memberikan pemahaman yang utuh dalam konteks sosial, sejarah, dan politik terhadap kemunculan Jenderal Soedirman sebagai pemimpin tertinggi militer dan sekaligus pemimpin masyarakat sebelum dan selama revolusi Indonesia.