Artikel

Seminar Nasional Peringatan 100 Tahun Panglima Besar Jenderal Soedirman

        Perjalanan Panglima Besar Jenderal Soedirman memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia disampaikan oleh beberapa sumber dalam Seminar Nasional ini. Abe Naoki  dari Oita Prefectural Junior College Japan, Kenji Oda dari Representatif JICA, Hasyim Asy’ari, S.H., M.Si., Ph.D., dari Komisi Pemilihan Umum, Prof. Dr. Ade Maman Suherman dari Ketua LP3M Unsoed, Ir. Muhammad Teguh Soedirman memberikan testimoni selaku putra bungsu Jenderal Soedirman, dan beberapa veteran yang ikut berjuang bersama Panglima Besar  Jenderal Soedirman semua narasumber memberikan kesaksian bahwa Jenderal Soedirman sosok pejuang yang dapat menjadi teladan bagi semua penerus bangsa. Pemerintah Jepang sangat mengapresiasi kegigihan Jenderal Soedirman saat itu sehingga di kantor Menteri Pertahanan Jepang dibangun sebuah patung Panglima Besar Jenderal Soedirman.

          Sabtu, 1 Oktober 2016 di gedung Roediro Universitas Jenderal Soedirman bertepatan dengan hari Kesaktian Pancasila dilaksanakan Seminar Nasional ini sekaligus memperingati 100 tahun Panglima Besar Jenderal Soedirman. Seminar Nasional bertemakan Nasionalisme Indonesia Kini Dan EsokMenilik Ulang Peran Dan Warisan Jenderal Soedirman (1916 – 1950)”. Beberapa tamu undangan dari dosen, guru, siswa, pemerhati sejarah, pemerhati budaya, serta mahasiswa yang hadir menyadari bahwa perjalanan Sang Jenderal sangat panjang. Nasionalisme tinggi Sang Jenderal memberikan contoh bagi semua kalangan untuk dapat menghargai dan memperjuangkan tanah air Indonesia. Oleh sebab itu, kita akan sadar jika perjuangan Sang Jenderal harus tetap dipertahankan oleh semua warga negara Indonesia dengan memiliki rasa nasionalisme dan perwujudan yang tepat pada saat ini.