Artikel

Seminar Pendidikan “Motivasi Meningkatkan Kualitas Guru”

Menjadi guru atau dosen yang dihormati oleh murid (mahasiswa), orang tua atau masyarakat adalah dambaan setian insan pendidikan. Kemampuan memotivasi peserta didik adalah bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembelajaran, karena hal ini akan berkait dengan kualitas hasil didikannya. Proses pendidikan adalah proses transfer science, knowledge, know how dan skills. Sehingga kemampuan memotivasi peserta didik dan memotivasi diri untuk menjadi pendidik yang berkualitas menjadi sebuah prasyarat yang seiring sejalan. Hal ini mengemuka pada acara talkshow yang digelar di Kampus FISIP UNSOED Karangwangkal (31/8). Acara yang diinisiasi oleh Program Studi S1 Sastra Jepang  ini menghadirkan motivator dari negeri sakura, Mr. Ueno Katsujirodiikuti oleh para dosen di Jurusan Ilmu Budaya FISIP UNSOED serta guru sekolah yang berasal dari Purwokerto dan sekitarnya.

Dekan FISIP UNSOED, Ali Rokhman, Ph.D saat membuka acara talkshow mengungkapkan bahwa profesi pendidik adalah mulia dan sangat dihormati. “Oleh karenanya sikap dan perilaku kita harus selalu disesuaikan dengan apa dan bagaimana seorang pendidik. Kalau mendidik adalah panggilan jiwa maka sikap dan perilakunya juga merupakan pancaran jiwa,“ ungkap doktor sistem informasi manajemen dari Asahi University Jepang ini. Dengan demikian proses transfer ilmu pengetahuan dan teknologi serta skills, akan menghasilkan luaran peserta didik yang berkualitas.

Dalam dialog tersebut, Mr. Ueno mengungkapkan tentang pentingnya belajar sebagai fundamental sebuah bangsa. “Diperlukan bagi seorang pendidik untuk menciptakan kelas yang mengasyikkan, dengan cara memahami karakter masing-masing anak, “ ungkap Mr. Ueno. Seorang guru atau dosen ditambahkannya dituntut untuk bersemangat, pandai mengajar agar anak dapat mengerti dan lebih sering memuji prestasi yang telah dicapai peserta didik. Tidak hanya itu, diungkapkan pula agar setiap orang harus berani memiliki mimpi yang disertai cara bagaimana menjadikan mimpi itu bisa direalisasikan. Disamping itu senantiasa menanamkan bahwa masa depan suatu bangsa tergantung pendidikan yang dilakukan saat ini (Iik).