Semnas Kepenulisan Himadiksi

Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia melalui bidang Kepenulisan dan Multimedia telah menyelenggarakan Seminar Nasional Kepenulisan dengan tema “Membangun Jiwa Penulis dari Kisah Inspiratif” dengan mengundang pembicara Eka Kurniawan dan Muhammad Taufiqurrohman. Acara dilaksanakan di aula gedung D Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman.
Acara seminar ini diawali dengan pembacaan susunan acara oleh pembawa acara yaitu Ahmad Shobari dan Ariesta Ayu Honesty dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipimpin oleh Syifa Olvi Aziza. Setelah itu, pembacaan laporan ketua panitia Seminar Nasional oleh Dodi Subechan. Selanjutnya sambutan Dekan Fakultas Ilmu Budaya, Drs. Bambang Lelono, M.Hum. serta secara resmi membuka acara Seminar Nasional ini.
Setelah acara dibuka, tamu undangan bersama peserta menikmati coffee break dan penampilan tari tradisional. Selanjutnya moderator Nila Mega Marahayu memperkenalkan pembicara pertama yaitu Eka Kurniawan dengan membacakan curriculum vitae. Eka Kurniawan merupakan seorang sastrawan Indonesia yang mempunyai banyak penghargaan seperti yang belum lama ini beliau raih adalah Prince Clause Award 2018. Karya-karya Eka Kurniawan antara lain Lekaki Harimau, Cantik itu Luka, Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas, O, Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi, dan Corat-Coret di Toilet. Setelah diperkenalkan, Eka Kurniawan menyampaikan materinya tentang bagaimana melihat sesuatu dari sisi yang berbeda dan bisa dijadikan bahan tulisan.
Moderator kemudian memperkenalkan pembicara kedua, Muhammad Taufiqurrohman. Beliau adalah dosen Sastra Inggris di Fakultas Ilmu Budaya Unsoed. Dalam sesi pemaparan kali ini, Muhammad Taufiqurrohman menyampaikan materi tentang pengalaman beliau menulis karangan nonfiksi.
Setelah semua pembicara selesai memaparkan materi, peserta diperbolehkan mengajukan pertanyaan kepada pembicara dan langsung dijawab oleh pembicara. Peserta yang hadir pada seminar kali ini sangat antusias untuk bertanya, tetapi jumlah penanya dibatasi hanya empat orang saja.
Sesi berikutnya yaitu penyerahan kenang-kenangan dari Himadiksi kepada pembicara dan moderator. Dilanjutkan dengan sesi foto bersama yang dimulai dari tamu undangan dan dilanjutkan dengan peserta.
Tidak hanya sampai sesi penutupan acara, panitia seminar nasional kali ini mengadakan bincang santai bersama Eka Kurniawan di El Resto, Meotel by Dafam Purwokerto. Sesi ini juga memberikan kesempatan kepada semua panitia untuk bertanya kepada Eka Kurniawan tentang bagaimana menjadi seorang penulis.