Purwokerto, 26 Agustus 2025 – Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jenderal Soedirman (FIB Unsoed), kembali menunjukkan komitmennya dalam menyiapkan lulusan yang adaptif dan kompeten di era komunikasi digital. Kali ini, Prodi menghadirkan praktisi profesional, Sulfambara Rahmat Arsyad, S.I.Kom., dalam kuliah dosen praktisi bertajuk “Public Speaking Skill in Digital, Social, and Visual Media”. Kegiatan yang diselenggarakan di lingkungan FIB Unsoed ini mendapat sambutan antusias dari mahasiswa, tidak hanya dari Prodi Pendidikan Bahasa Jepang, tetapi juga dari berbagai program studi lain di FIB yang turut berpartisipasi.

Dalam pemaparannya, Sulfambara Rahmat Arsyad atau akrab dipanggil kak Bara—yang dikenal luas sebagai praktisi komunikasi digital—membagikan wawasan mendalam tentang pentingnya keterampilan public speaking dalam menghadapi tantangan dunia profesional masa kini. Ia menjelaskan bahwa komunikasi tidak lagi terbatas pada panggung fisik, tetapi juga menjangkau ruang digital, media sosial, dan visual media. “Kemampuan berbicara di depan publik bukan lagi pilihan, tapi keharusan. Apalagi di era serba digital ini, setiap orang pada dasarnya adalah komunikator publik,” tegas Bara dalam sesi pembukaannya.

Kegiatan kuliah praktisi ini tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga dirancang dengan pendekatan praktis yang interaktif. Mahasiswa diajak memahami konsep dasar public speaking, termasuk cara membangun kepercayaan diri, mengatur intonasi dan ekspresi, serta mengenali audiens.

Selanjutnya, peserta diajak mempelajari teknik-teknik dasar public speaking, seperti opening statement yang menarik, storytelling dalam presentasi, hingga strategi menghadapi rasa gugup di depan umum. Yang paling menarik, mahasiswa juga terlibat langsung dalam sesi demonstrasi dan simulasi public speaking, di mana mereka diminta mempraktikkan materi yang telah dipelajari. Sesi ini berlangsung dinamis dan penuh semangat, memperlihatkan keberanian dan kreativitas mahasiswa dalam menyampaikan gagasan mereka di depan audiens.

Koordinator Prodi Pendidikan Bahasa Jepang Dr. Haryono, S.S., M.Pd., dalam sambutannya, menyampaikan bahwa kegiatan dosen praktisi ini merupakan bagian dari upaya prodi untuk membekali mahasiswa dengan soft skills yang relevan dan dibutuhkan di dunia kerja. “Public speaking adalah salah satu keterampilan penting yang akan menunjang karier lulusan, baik sebagai pendidik, komunikator, maupun profesional di berbagai bidang. Kehadiran praktisi seperti Pak Sulfambara memberikan perspektif nyata kepada mahasiswa tentang dunia profesional,” ujarnya.

Mahasiswa menyambut positif dan sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Banyak yang merasa sesi ini membuka mata mereka terhadap pentingnya tampil percaya diri dan menyampaikan ide secara efektif, baik secara langsung maupun melalui media digital. “Saya jadi lebih paham bagaimana menyampaikan presentasi yang menarik dan tidak membosankan. Simulasinya sangat membantu untuk mengukur kemampuan saya,” ungkap Atallah salah satu peserta dari Prodi PBJ Unsoed.

Melalui kuliah dosen praktisi ini, Prodi Pendidikan Bahasa Jepang FIB Unsoed menunjukkan dukungannya terhadap kebijakan Kampus Berdampak dengan melibatkan dunia profesional dalam proses pembelajaran. Kolaborasi ini diharapkan dapat terus berlanjut, memperkaya pengalaman mahasiswa, dan menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan industri komunikasi modern.

#Unsoed1963 #merdekamajumendunia #PBJUnsoed #Banzai