Breadcrumb Abstract Shape
Breadcrumb Abstract Shape
Breadcrumb Abstract Shape

Prodi Sastra Inggris FIB UNSOED Hadirkan Literature Master Class: Mengembangkan Kajian Sastra di Era Digital

Purwokerto – Program Studi Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jenderal Soedirman (FIB UNSOED) menyelenggarakan kuliah dosen tamu bertajuk “Literature Master Class” dengan tema “The Choice’s Yours: Immersive Storytelling from Ergodic to Digital Literatures.” Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis, 27 Agustus 2026, di Aula Bambang Lelono FIB UNSOED ini menghadirkan Prof. Dr. SF Luthfie Arguby Purnomo, S.S., M.Hum., akademisi bidang Sastra Inggris dari Faculty of Cultures and Languages, State Islamic University of Raden Mas Said Surakarta, sebagai narasumber.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya Program Studi Sastra Inggris FIB UNSOED untuk terus mengembangkan wawasan keilmuan mahasiswa dan memperluas cakupan kajian sastra sejalan dengan perkembangan mutakhir dalam studi sastra dan budaya. Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan tidak hanya pada cara karya sastra diproduksi dan didistribusikan, tetapi juga pada cara pembaca berinteraksi dengan teks dan mengalami sebuah cerita. Karena itu, kajian sastra saat ini juga berkembang melampaui bentuk-bentuk konvensional menuju berbagai bentuk narasi interaktif, multimodal, dan digital.

Melalui materi “The Choice’s Yours: Immersive Storytelling from Ergodic to Digital Literatures,” Prof. Luthfie mengajak peserta menelusuri keterkaitan antara ergodic literature, digital literature, dan immersive storytelling. Pembahasan kemudian berkembang pada berbagai bentuk penceritaan yang memungkinkan pembaca atau pengguna memiliki keterlibatan yang lebih aktif dalam membangun pengalaman naratif. Beberapa konsep seperti second-person point of view, multilinearity atau branching narratives, single dan multiple endings, serta methexis menjadi bagian dari materi yang membuka pemahaman mahasiswa mengenai perubahan relasi antara teks, cerita, dan pembaca dalam bentuk-bentuk narasi kontemporer.

Menariknya, peserta tidak hanya diajak memahami konsep secara teoritis, tetapi juga mempertanyakan kembali batas-batas sastra di tengah perkembangan media digital. Melalui contoh-contoh seperti interactive books, visual novels, open-world games, media sosial, hingga Webtoon, mahasiswa didorong untuk melihat kemungkinan baru mengenai bagaimana narasi dibangun, bagaimana audiens berpartisipasi, dan bagaimana sebuah karya dapat dibaca sebagai objek kajian sastra. Pada bagian akhir, peserta bahkan diajak merenungkan pertanyaan kritis: “Can any digital contents be called digital literature?”

Kegiatan Literature Master Class ini sekaligus memperlihatkan komitmen Prodi Sastra Inggris FIB UNSOED dalam menghadirkan proses pembelajaran yang responsif terhadap perkembangan keilmuan dan transformasi digital. Kajian sastra tidak hanya memberikan pemahaman terhadap karya-karya dalam bentuk konvensional, tetapi juga terus berkembang untuk membaca fenomena naratif yang lahir dari teknologi, media baru, dan budaya digital.

Melalui kuliah dosen tamu ini, mahasiswa diharapkan semakin memahami bahwa Sastra Inggris merupakan bidang keilmuan yang dinamis dan terus berinteraksi dengan perkembangan zaman. Pengenalan terhadap ergodic literature, immersive storytelling, dan digital literature juga diharapkan dapat membuka perspektif baru bagi mahasiswa dalam menentukan objek kajian, mengembangkan analisis, hingga menemukan kemungkinan-kemungkinan topik penelitian yang relevan dengan perkembangan sastra kontemporer.

Dengan penyelenggaraan kegiatan akademik semacam ini, Program Studi Sastra Inggris FIB UNSOED terus berupaya mempertemukan fondasi keilmuan sastra dengan tren dan perkembangan terbaru dalam studi kesusastraan, sekaligus membekali mahasiswa dengan perspektif yang lebih luas dalam memahami transformasi teks, narasi, pembaca, dan media di era digital.