Purwokerto β Tim dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jenderal Soedirman (FIB Unsoed) kembali melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di SMAN 2 Purwokerto melalui program bertajuk βMelatih Literasi Menulis Akademik Menggunakan Bahasa Inggris di SMAN 2 Purwokerto melalui Proyek Penulisan Esei (Tahun Kedua)β. Kegiatan tahun kedua ini merupakan kelanjutan dari program pada tahun pertama yang berfokus pada penguatan kemampuan siswa dalam menulis esai akademik berbahasa Inggris. Kegiatan ini dilakukan selama empat hari, yakni:
π
Selasa, 1 September 2026
π
Selasa, 8 September 2026
π
Selasa, 15 September 2026
π
Selasa, 22 September 2026
Jika pada tahun pertama siswa telah memperoleh pendampingan dalam mengembangkan gagasan, menyusun thesis statement, membangun paragraf, serta mengorganisasikan esai secara sistematis, maka pada tahun kedua program diarahkan pada penguatan keterampilan membaca. Fokus ini dipilih karena kemampuan membaca yang baik menjadi salah satu fondasi penting dalam menghasilkan tulisan akademik yang lebih kaya, terarah, dan didukung oleh informasi yang relevan.
Kegiatan pengabdian ini diketuai oleh Mia Fitria Agustina dengan anggota tim Ririn Kurnia Trisnawati, Eka Dyah Puspita Sari, dan Dian Adiarti. Tim menekankan bahwa membaca dan menulis merupakan dua keterampilan yang saling berkaitan dalam literasi akademik. Siswa tidak hanya perlu mampu menuangkan gagasan ke dalam tulisan, tetapi juga perlu memiliki kemampuan memahami, menyeleksi, dan mengolah informasi dari berbagai sumber bacaan.
Untuk mendukung tujuan tersebut, siswa diperkenalkan pada berbagai strategi membaca dalam bahasa Inggris yang dapat digunakan sesuai dengan tujuan membaca. Strategi tersebut meliputi scanning, previewing and predicting, pemahaman vocabulary, pengenalan topics dan topics in paragraphs, identifikasi main ideas, pemahaman patterns of organization, skimming, making inferences, serta summarizing.
Melalui strategi previewing and predicting, siswa dilatih untuk mengamati judul, gambar, subjudul, maupun unsur lain sebelum membaca teks secara keseluruhan. Dari petunjuk tersebut, siswa mencoba memperkirakan isi bacaan dan mengaktifkan pengetahuan awal yang mereka miliki. Strategi ini membantu siswa memasuki teks dengan tujuan membaca yang lebih jelas.
Pemahaman terhadap vocabulary juga menjadi bagian penting dalam kegiatan. Siswa diarahkan untuk tidak selalu bergantung pada penerjemahan kata demi kata, tetapi belajar menafsirkan makna kata berdasarkan konteks kalimat dan hubungan antargagasan dalam teks. Dengan demikian, keterbatasan kosakata tidak selalu menjadi hambatan utama dalam memahami bacaan berbahasa Inggris.
Siswa selanjutnya dilatih untuk mengenali topics atau topik umum suatu bacaan serta menentukan topics in paragraphs. Kemampuan tersebut menjadi dasar untuk menemukan main ideas atau gagasan utama pada tingkat paragraf maupun teks secara keseluruhan. Dengan memahami topik dan gagasan utama, siswa dapat membedakan informasi yang benar-benar penting dari informasi penjelas atau pendukung.
Materi berikutnya berfokus pada patterns of organization. Siswa diperkenalkan pada berbagai pola pengembangan teks, seperti urutan, sebab-akibat, perbandingan, klasifikasi, maupun masalah dan solusi. Pemahaman terhadap pola organisasi membantu siswa melihat hubungan antargagasan dalam bacaan sekaligus memberikan model bagi mereka ketika menyusun paragraf dan esai sendiri.
Dua strategi membaca cepat, yaitu skimming dan scanning, juga menjadi bagian penting dalam pelatihan. Melalui skimming, siswa berlatih memperoleh gambaran umum dan menemukan gagasan utama tanpa harus membaca seluruh teks secara rinci. Sementara itu, scanning digunakan untuk menemukan informasi tertentu, seperti nama, tanggal, angka, istilah, atau fakta spesifik yang dibutuhkan dari sebuah bacaan.
Pada tingkat pemahaman yang lebih mendalam, siswa juga dilatih melakukan making inferences. Strategi ini mendorong siswa untuk memahami informasi yang tidak selalu dinyatakan secara langsung dalam teks dengan menghubungkan petunjuk tekstual dan pengetahuan yang telah dimiliki. Kemampuan membuat inferensi penting untuk mengembangkan pemahaman kritis terhadap bacaan.
Rangkaian strategi membaca tersebut kemudian diarahkan pada kemampuan summarizing. Siswa belajar memilih informasi yang paling penting, mengidentifikasi gagasan utama, menghilangkan rincian yang tidak diperlukan, dan menyajikan kembali isi teks secara ringkas dengan bahasa mereka sendiri. Keterampilan merangkum menjadi jembatan penting antara membaca dan menulis karena melatih siswa memahami sumber sekaligus mengolah informasi untuk mendukung gagasan dalam tulisan.
Ketua tim pengabdian, Mia Fitria Agustina, menjelaskan bahwa fokus pada strategi membaca di tahun kedua dirancang untuk memperkuat keterampilan menulis yang telah dikembangkan pada tahun sebelumnya. Ketika siswa mampu memahami teks dengan lebih efektif, menemukan gagasan utama, membaca struktur informasi, membuat inferensi, dan merangkum isi bacaan, mereka memiliki sumber gagasan dan informasi yang lebih kuat untuk dikembangkan menjadi tulisan akademik.
Dengan demikian, rangkaian program pengabdian ini membangun literasi akademik secara bertahap. Tahun pertama memberikan fondasi mengenai bagaimana siswa mengorganisasikan dan menyampaikan gagasan melalui tulisan, sedangkan tahun kedua membekali mereka dengan cara memperoleh, memahami, mengevaluasi, dan mengolah informasi melalui kegiatan membaca.
Melalui program yang berkelanjutan tersebut, tim pengabdian berharap siswa SMAN 2 Purwokerto semakin mampu mengintegrasikan keterampilan membaca dan menulis dalam bahasa Inggris. Kemampuan tersebut tidak hanya bermanfaat dalam pembelajaran di sekolah, tetapi juga menjadi bekal penting ketika siswa menghadapi tuntutan literasi akademik pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari pelaksanaan tridarma perguruan tinggi serta memperkuat kemitraan antara FIB Unsoed dan SMAN 2 Purwokerto dalam mendukung peningkatan kualitas literasi, keterampilan berbahasa Inggris, dan kemampuan berpikir kritis siswa.



